Saturday, August 5, 2017

DJAKARTA TIMES - BENAR KAH SEORANG JENDERAL TERLIBAT DI KASUS NOVEL BAWASDAN




DJAKARTA  TIMES  Kepala badan antigraft negara tersebut mengatakan pada hari Senin bahwa dia akan menemani penyidik ​​polisi ke Singapura untuk bertemu dengan Novel Baswedan, yang diserang oleh orang-orang tak dikenal di dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada tanggal 11 April.
 

"Saya akan menemani tim [polisi] dalam perjalanan mereka ke Singapura," kata Agus Rahardjo, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 

Novel, penyidik ​​senior KPK, mengalami luka bakar serius setelah kedua penyerang tersebut melemparkan asam padanya. Polisi telah melakukan penyelidikan yang berkepanjangan mengenai kasus ini, meski sejauh ini telah membuat kemajuan.
 

Novel segera terbang ke Singapura untuk perawatan setelah serangan tersebut, di mana dia menjalani operasi mata dan saat ini sedang dalam pemulihan.
 

Pejabat KPK sedang menyelidiki kasus korupsi tingkat tinggi seputar pengadaan kartu identitas elektronik, yang dikenal dengan e-KTP, di mana puluhan pejabat tinggi pemerintah dan anggota parlemen diduga terlibat. Menurut Agus, belum ada tanggal yang dijadwalkan untuk berwisata ke Singapura.
 

"Terkait investigasi di Singapura, keputusannya tidak sepenuhnya sampai ke KPK. Kami juga bergantung pada masukan dokter yang merawat Novel," kata ketua.
 

Kepala Polisi Nasional Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa dia akan mengirim sebuah tim ke Singapura untuk berbicara dengan Novel dan mengklarifikasi pernyataan penyidik ​​antigaft ke media asing, di mana dia menyatakan kecurigaan bahwa seorang jenderal polisi mungkin terlibat dalam serangan tersebut terhadap dia.
 

"Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mengirim tim secepat mungkin ke Singapura, karena kami ingin bertanya kepada Novel apakah klaimnya adalah fakta atau hanya berdasarkan kecurigaan," kata Tito.
 

Novel mengatakan bahwa dia menerima informasi bahwa seorang jenderal polisi terlibat dalam serangan tersebut, yang membuatnya percaya bahwa tidak ada kemajuan dalam penyelidikan yang akan dilakukan.
 

"Jika keterlibatan [jenderal polisi] didasarkan pada rumor, saya menyesal telah muncul ke ranah publik karena akan berdampak negatif terhadap citra polisi," kata Tito.
 

"Pernyataan Novel juga bisa menimbulkan situasi yang tidak bersahabat antara polisi dan KPK, meski sebagai pemimpin kita [Agus dan Tito] berkomitmen untuk bekerja sama sebaik mungkin.

0 comments:

Post a Comment