Saturday, April 8, 2017

DJAKARTA TIMES-AHOK MEMUTAR VIDEO GUS DUR DI SIDANG




DJAKARTA TIMES-Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menghadapi masalah lain setelah ia dan pengacaranya keberatan dengan kesaksian oleh Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia, atau MUI, selama persidangan penghujatan di Jakarta Selatan, Selasa (31/01).


keberatan Ahok ini ditafsirkan oleh Nahdlatul Ulama sebagai penghinaan terhadap Ulasan pemimpin spiritual mereka.
Selama sesi kedelapan sidang penghujatan Ahok ini, Ma'ruf membuat pernyataan bertentangan informasi pengacara gubernur incumbent memiliki dalam kepemilikan mereka. Juga ia mencoba untuk menyembunyikan latar belakang pribadinya sebagai anggota dewan penasehat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atau Wantimpres.
Ma'ruf telah terdaftar seluruh riwayat pekerjaan dalam laporan penyelidikan polisi, tapi hanya dihilangkan bagian tertentu.
Gubernur Ma'ruf Juga Dituduh tidak menjadi objektif dalam kesaksiannya, Karena dia dilaporkan mendukung putra mantan presiden Agus Harimurti Yudhoyono dan pasangannya Sylviana Murni dalam pemilihan gubernur Jakarta bulan ini.
Ahok menambahkan bahwa tim kuasa hukumnya telah Meraih Bukti dari pertemuan yang diminta antara Ma'ruf, Agus dan Sylviana, Meskipun ulama menyangkalnya.
"Sebagai penutup, jika Anda mengorbankan saya, Anda akan melawan Allah Mahakuasa. Saya Akan Buktikan satu per satu. Terima kasih," kata Ahok setelah ia mengajukan keberatan ke pengadilan.
Juga ia keberatan dengan penunjukan penghasut Ulama Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI), sebagai saksi ahli untuk menjaga MUI 

 Poker Online Terbaik Dan Terpercaya| Kepulauan Seribu Menerima Ahok dengan baik    

  Rizieq dianggap tidak layak untuk menjadi saksi karena ia telah menyatakan ketidaksukaan yang kuat untuk Ahok setelah terakhir diganti Presiden saat ini Joko "Jokowi" Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta.
"Saya keberatan dengan keputusan untuk menunjuk Rizieq sebagai [ahli] saksi. Sejak saat saya dikonfirmasi sebagai gubernur, ia telah menolak untuk menerimanya dan bukannya bernama gubernur bersaing," kata Ahok.
Dia juga menolak kesaksian mengklaim bahwa penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu Jakarta tidak menyambut kehadirannya di sana.
"Aku pergi ke Kepulauan Seribu dan mereka [penduduk setempat] bahagia tertawa [dengan saya]. Saya pergi ke enam pulau baru-baru ini dan mereka semua menerima saya dengan baik," tambah Ahok.

0 comments:

Post a Comment