DjakartaTimes-DPR telah menunjuk tujuh komisaris baru untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan lima untuk Badan Pengawas Pemilu yang (Bawaslu).
Komisi II mengawasi urusan rumah mengambil suara pada kandidat sebagai
anggotanya gagal mencapai konsensus dalam larut Rabu, setelah dua hari
sidang konfirmasi 24 calon yang diusulkan untuk kedua lembaga.Komisaris KPU baru Pramono Ubaid Tanthowi dan Wahyu Setiawan, dengan
55 orang masing-masing, Ilham Saputra dan Hasyim Asy'ari, dengan 54
orang masing-masing, Viryan dengan 52 orang, Evi Novida Ginting Manik
dengan 48 dan Arief Budiman dengan 30 orang.Hasyim dan Arief adalah pemain lama yang lulus screening, meninggalkan
tiga pemain lama lainnya untuk pergi melalui proses seleksi.Komisaris Bawaslu baru Ratna Dewi Pettalolo dengan 54 orang, Mochammad
Afifuddin dengan 52 orang, Rahmat Bagja 51 orang, Abhan dengan 34 orang
dan Fritz Edward Siregar dengan 33 orang.
pemungutan suara selesai pada 04:00
Komisioner KPU terpilih:
1. Ilham Saputra (54 suara)
2. Evi Novida Ginting Manik (48 suara)
3. Wahyu Setiawan (55 suara)
4. Pramono Ubaid Tanthowi (55 suara)
5. Hasyim Asy'ari (54)
6. Arief Budiman (30 suara)
7. Viryan (52 suara)
Pimpinan Bawaslu terpilih:
1. Ratna Dewi Petalolo (54 sura)
2. Mochammad Afifudin (52 suara)
3. Rahmat Bagja (51 sura)
4. Abhan (34 suara)
5. Fritz Edward Siregar (33 suara).
"Kami akan membawa hasil voting untuk rapat konsultasi siang ini dan
secara resmi mengumumkan hasil dalam rapat pleno pada tanggal 6 April,"
Ketua Komisi II Zainuddin Amali dari Partai Golkar mengatakan setelah
pertemuan itu.
KPU
dan Bawaslu baru komisaris akan melayani untuk periode 2017-2022, yang
berarti mereka akan bertanggung jawab untuk mempersiapkan dan
menyelenggarakan pemilihan legislatif pertama
negara itu di 2019
0 comments:
Post a Comment